Dalam klip video itu, konsep yang diangkat adalah gabungan antara nuansa futuristis, luar angkasa, dan budaya Indonesia. Para talent yang terlibat, baik artis, model klip video, maupun penari latar, mengenakan kostum dengan sentuhan kain tradisional Nusantara.
Dari segi koreografi, para talent akan menunjukkan kekayaan budaya Indonesia lewat gerakan khas tari daerah. Ada juga yang memakai kostum seragam cabang olahraga yang dipertandingkan. “Pokoknya, dalam klip video, kami mau mengangkat kekayaan budaya Indonesia yang jadi tuan rumah Asian Games,” ujar Muhammad Ramadista, gitaris NEV Plus.
Guruh sebagai pencipta lagu memaparkan bahwa lirik Janger Persahabatan berbicara tentang keharmonisan negara-negara Asia. “Jadi, lewat lagu ini, negara-negara Asia menggaungkan persahabatan dalam kompetisi olahraga yang sportif,” ujar putra bungsu Presiden Pertama RI Soekarno itu.
Pria 65 tahun tersebut menambahkan bahwa janger dipilih untuk memberikan sentuhan Indonesia pada lagu. Janger sendiri adalah kesenian gamelan yang sering ditemui dalam musik tradisional Bali, Lombok, dan Banyuwangi. NEV Plus lantas memberikan aransemen EDM yang modern, sedangkan musisi Viky Sianipar memberikan nuansa gamelan lewat kelompok musiknya.
Walau terkesan sulit, nyatanya proses memadukan musik EDM dan tradisional berjalan lancar. Guruh, NEV Plus, dan Viky sempat bertemu beberapa kali untuk merancang konsep lagu. “Mungkin karena chemistry kami sudah kuat, tidak ada kesulitan berarti selama proses pembuatan lagu utuh,” ujar Guruh.
Ariel dan Dea lantas didaulat sebagai vokalis. NEV Plus memang sering mengajak siapa pun untuk menjadi vokalis mereka. Dea sebelumnya pernah merilis single Cinta 99% versi EDM bersama NEV Plus. Ariel sendiri sempat manggung secara off air bersama NEV Plus dengan membawakan lagu-lagu band lamanya, Peterpan.



