Konsumsi LPG PSO capai 8 juta ton, sementara non-PSO angkanya semakin menurun. Sejak tahun 2020 hingga 2022, realisasi volume LPG PSO terus mengalami peningkatan rata-rata sebesar 4,5%. Sedangkan realisasi LPG non-PSO rata-rata menurun sebesar 10,9%.
“Membuat kami semua berpikir keras mengapa ini terjadi, karena ini akan mendorong oplosan di lapangan. Untuk itu kami mengupayakan semaksimal mungkin LPG PSO untuk masyarakat,” jelas Dirjen Migas Tutuka pada Rabu (3/1).Usaha supaya elpiji tepat sasaran bersama Pertamina sebenarnya telah dimulai sejak 2023.
Dirjen Migas Tutuka menyebut pihaknya sudah memiliki landasan undang-undang hingga putusan dirjen agar yang berhak mendapatkan ini sesuai peraturan adalah rumah tangga, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran.(*)






