JAKARTA — Upaya Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mendigitalkan aksara nusantara terus berlanjut. Yang terbaru, pengelola nama domain internet di Indonesia itu tengah mengembangkan laman khusus yang diproyeksikan sebagai “Big Data” atau sebagai rujukan bagi pembelajaran aksara nusantara kedepan dalam satu tempat.
Hal ini dikatakan sebagai salah satu upaya Pandi untuk melestarikan dan mengembangkan aksara nusantara. Sejauh ini, beberapa aksara nusantara sudah tercantum dalam kurikulum pendidikan dan diajarkan kepada peserta didik.
Pandi bersama beberapa pegiat aksara nusantara terus memasifkan sosialisasi penggunaan aksara nusantara di kalangan masyarakat. Yudho Giri Sucahyo selaku Ketua Pandi mengatakan bahwa di era digital saat ini, pembelajaran aksara tidak hanya dilakukan melalui buku-buku atau melalui media konvensional, namun saat ini sudah bertransformasi ke ranah digital.
“Salah satu program Merajut Indonesia adalah Digitalisasi Aksara Nusantara oleh Pandi yaitu memperkenalkan aksara nusantara di perangkat digital. Supaya masyarakat dapat mengetahui keragaman aksara dan langsung mencobanya di perangkat digital,” ujarnya di jumpa pers daring belum lama ini.
Program yang disebut Pandi sebagai Mimdan itu tengah mengembangkan satu aplikasi melalui website merajutindonesia.id yang akan diluncurkan pada awal September mendatang. Diharapkan laman khusus aksara nusantara ini bisa menjadi laman rujukan khusus pembelajaran aksara nusantara kedepan.
Dalam pengelolaan dan pengembangan program ini, Pandi tidak bekerja sendirian, melainkan merangkul banyak pihak seperti lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah, komunitas, media, dan pegiat aksara, untuk bersama-sama mengembangkan program ini. Ada banyak kegiatan yang telah dilakukan sejak 2020, mulai dari perlombaan pembuatan website menggunakan aksara nusantara, diskusi atau webinar, hingga selebrasi digitalisasi aksara di beberapa daerah.
Fajar Yugaswara selaku staf Pandi yang mengawal proses pembuatan laman khusus ini menuturkan bahwa program Mimdan akan terus bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat digital semisal aplikasi web, aplikasi telepon cerdas (smartphone), basis data, pengarsipan digital, dan sebagainya. Adapun kegiatan lain yang dirumuskan adalah pengumpulan referensi aksara Nusantara, pembuatan dan pengumpulan fonta (font), standardisasi aksara (SNI/ISO), pendaftaran aksara ke UNICODE, implementasi aksara dalam berbagai perangkat, pendaftaran ke ICANN, serta kegiatan lain yang disesuaikan dengan perkembangan kedepan.





