Selain itu, sekitar 8 dari 10 orang tua mengakui anak-anak lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi dan jarang melewatkan waktu makan. Di Sumba Barat Daya, Kepala SLB Negeri Laura, Maria Dolorosa, juga mencatat perubahan positif: siswa lebih antusias hadir, mood lebih stabil, dan beban konsumsi asrama berkurang.
Dengan dukungan mayoritas masyarakat, program MBG dinilai bukan sekadar kebijakan populis, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menggerakkan ekonomi nasional.(*)






