Luhut Bantah Keruk Cuan, Tifatul : Jadi Yang Untung Siapa?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

JAKARTA — Penjelasan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengenai bisnis PCR yang dilakukan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) justru menimbulkan pertanyaan baru. Pasalnya, Luhut yang berinvestasi pada perusahaan tersebut membantah telah mengambil untung.

Bagi mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring, pernyataan Luhut justru menimbulkan pertanyaan baru. Pertanyaan itu tentang siapa sebenarnya yang mengeruk untuk dalam bisnis PCR.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan catatan yang dimiliki politisi PKS itu, harga PCR mengalami perubahan yang drastis. Di mana di awal pandemi tarifnya mencapai Rp 1 hingga 1,2 juta. Sementara mereka yang hendak naik pesawat dan menjadi suspect Covid-19 harus melakukan swab PCR.

“Kalau mau hasil 6 jam Rp 2,4 juta. Nah buktinya sekarang bisa Rp 275 ribu kok. Rakyat lagi susah digetok, jadi yang untung siapa,” ujarnya lewat akun Twitter pribadi, Sabtu (13/11).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.