KEBUMEN – Korban meninggal akibat ledakan dalam pembuatan petasan di Desa Ngabean, Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, bertambah 1 orang menjadi 4 orang.
Dokter jaga IGD Rumah Sakit Daerah (RSUD) Prembun, Kabupaten Kebumen, Eri Dia seperti dilansir dari Antara di Kebumen mengatakan, korban meninggal akibat ledakan petasan di Desa Ngabean bertambah satu orang atas nama Sugiyanto. Korban Sugiyanto meninggal pada pukul 07.40 WIB di RSUD Prembun dengan luka parah di bagian tangan dan kaki hancur serta luka bakar di sekujur tubuh.
Ledakan petasan di Desa Ngabean terjadi pada Rabu (12/5) sekitar pukul 17.30 WIB tersebut, sebelumnya telah merenggut tiga korban meninggal. Yakni Muhammad Taufik Hidayat, 27; Rizky, 19; dan Rio Dwi Pangestu, 22. Dengan meninggalnya Sugianto, korban luka-luka yang masih dirawat di RSUD Prembun atas nama Bambang Priyono, 29.
Eri Dia mengatakan, korban luka-luka yang lain Irwan dan Ratna telah diizinkan pulang pada Kamis (13/5) pagi. Sedangkan Bambang Priyono masih dirawat di ruang IGD RSUD Prembun mengalami luka bakar di bagian wajah dan sekujur tubuh.
Sementara itu, Bambang mengungkapkan, saat kejadian dia bersama enam temannya sedang mengisi bubuk petasan ke gulungan kertas.
”Tidak diketahui pasti berasal dari apa, tiba-tiba saja tumpukan petasan yang sudah terisi bubuk petasan meledak keras. Saat itu saya berada sedikit jauh dari tumpukan petasan yang meledak,” kata Bambang.
Tim Labfor Polda Jateng dipimpin AKBP Rostiawan Apriyanto Kamis (13/5) sudah mendatangi lokasi ledakan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim Labfor mengamankan sebuah cobek, bungkus rokok, dan korek api. (Antara)






