“Rombongan ibu PC (Putri Candrawathi), Bharada E, dan Yoshua serta lain-lain termasuk Ricky asisten rumah tangga itu berangkat ke Jakarta dan terekam dalam CCTV. Sampai (ke Jakarta) jam setengah 4 kurang lebih. Nanti kami coba validasi ulang timeline-nya,” tutur Taufan.
Sementara itu, CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo masih menjadi polemik seiring adanya perbedaan pernyataan. Apakah rusak atau sengaja dirusak? Hal inilah yang menjadi fokus utama Komnas HAM untuk mencoba mengungkap fakta dari peristiwa polisi tembak polisi melalui pemeriksaan digital forensik dan uji balistik.
Sebab, kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, dari beberapa keterangan para ajudan Ferdy Sambo terdapat perbedaan pengakuan. Kata dia, pengakuan ajudan satu dengan ajudan lain ada yang menyebut rusak sejak lama.(*)






