NASIONAL

Kisah Yesaya Bayang, Satpam yang Menggagalkan Pengebom Masuk GKI Diponegoro

×

Kisah Yesaya Bayang, Satpam yang Menggagalkan Pengebom Masuk GKI Diponegoro

Sebarkan artikel ini

Persis saat hendak masuk gereja, ledakan ketiga terdengar. Rewah mengaku melihat sumber ledakan itu dari orang yang tergeletak tersebut. Ledakan membuat tubuh orang yang memakai baju hitam dan sepatu hitam itu terpelanting ke atas.”Sampai 4 meter.”

Suasana area parkir tempat ledakan itu terjadi sudah berserak tidak keruan. Asap putih membubung tinggi. Beberapa orang terlihat bersimbah darah. Tergeletak di lantai. Salah satunya Yesaya. ”Tolong saya, tolong saya. Tolong saya, Tuhan Yesus,” teriak Yesaya yang terdengar Anton, sapaan Antonius.

Bank bjb Tandamata

Namun, Anton tidak berani mendekat untuk menolong Yesaya. Sejak ledakan pertama terdengar, lelaki 38 tahun itu telah menjauh dari lokasi. Setelah ledakan ketiga terdengar, dia baru kembali ke lokasi.

Dilihatnya rekan kerjanya tersebut bersimbah darah di telinga, tangan, dan kaki. ”Kalau tidak ada Bang Yesaya, mungkin saya bakal jadi korban,” kata Anton.

Seniornya itu dikenal Anton sangat disiplin. Tiap bertugas, siapa saja yang tak dikenal akan langsung dia tanyai. Itu pula yang dilakukannya saat melihat tiga orang yang hanya terlihat bagian matanya tersebut. Belakangan diketahui, tiga orang itu adalah ibu (Puji Kuswati) dan dua anaknya (Fadhila Sari dan Pamela Riskika).