Kader NasDem Kena OTT KPK, Sekjen Minta Proses Hukum yang Adil

  • Whatsapp
Partai Nasdem
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memproses hukum yang seadil-adilnya terkait kadernya terkena operasi tangkap tangan (OTT). (dok Kemenkominfo)

JAKARTA -– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memproses hukum yang seadil-adilnya terkait kadernya terkena operasi tangkap tangan (OTT).

Hal ini dikatakan Johnny, setelah lembaga antirasuah menangkap anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem Hasan Aminuddin terkait dugaaan praktik korupsi yang dilakukan di Probolinggo, Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

“Namun kalau itu terjadi (kader ditangkap KPK-Red), maka kami prihatin dan berharap proses hukum berjalan secara adil,” ujar Johnny di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/8).

Johnny mengaku, dirinya sangat prihatin dengan Wakil Ketua Komisi IV DPR yang ditangkap KPK tersebut. Nasdem menyerahkan semua proses hukum kepada lembaga yang dikepalai Firli Bahuri ini.

“Semua yang terkait dengan kasus-kasus atau tindakan hukum maka tentu kami memberikan ruang sepenuhnya kepada penegak hukum untuk melaksanakan aturan seadil-adilnya,” katanya.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini menuturkan, Partai Nasdem sudah memiliki aturan terkait jika ada kader yang tersangkut masalah hukum. Kata dia, jika kader terbukti melakukan pelanggaran hukum. Maka harus segera mengundurkan diri dari partai.

“Kader-kader yang kena OTT atau tindakan hukum, yang berkaitan dengan korupsi biasanya mereka segera mengundurkan diri, mengundurkan diri sebagai fungsionaris penugasan-penugasan partai maupun mengundurkan diri dari keanggotaan agar mereka bisa lebih fokus ke masalah hukumnya,” ungkapnya.

Permintaan Red Notice untuk Jozeph Paul Zhang Tak Direspons Interpol
Sampai saat ini, Johnny mengaku Patai Nasdem masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai kadernya yang ditangkap KPK tersebut.

“Saya juga lagi monitoring, nanti kita menunggu apa yang akan dilakukan atau proses yang ada di KPK itu sendiri. Kita tunggu itu, dan jangan sampai mendahului itu,” pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya KPK menangkap sejumlah pihak dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Probolinggo, Jawa Timur pada Minggu (29/8) malam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak yang ditangkap adalah Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin yang menjabat anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem. Selanjutnya, dua orang ajudan, lima camat, dan satu penjabat kepala desa.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri membenarkan adanya OTT ini. Dikatakan terdapat sejumlah pihak yang dibekuk lantaran diduga terlibat tindak pidana korupsi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *