Kabar Duka, Jenderal TNI L.B. Moerdani Ditikam Prajuritnya, Ini Penyebabnya

Mobil RSAL Merauke membawa jenazah Mayor dr Beni untuk disemayamkan di RS Jenderal TNI LB.
TNI BERDUKA: Mobil RSAL Merauke membawa jenazah Mayor dr Beni untuk disemayamkan di RS Jenderal TNI LB. Moerdani, Merauke, kemarin. (CENDERAWASIH POS)

Kabar meninggalnya Beni menyebar dengan cepat di media sosial. Ucapan dukacita pun mengalir. Terutama dari teman-teman Beni sesama alumnus SMAN 2 Cimahi angkatan 1995.

Bacaan Lainnya

Ucapan duka juga datang dari mantan teman kuliahnya. Beni merupakan alumnus Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro angkatan 2012. Akun Facebook IKA Medica (Ikatan Alumni FK Undip) menulis status “Turut berduka cita atas meninggalnya sahabat, rekan sejawat kita Mayor CKM dr Benny Arjihans, Sp.B., M.Si.Med. Semoga diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya. Serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Amin.’’

Beni menjabat Karumkit Jenderal L.B. Moerdani Merauke pada 2021. Bersamaan dengan jabatan tersebut, pangkatnya naik menjadi mayor. Sebelumnya, dia menjabat kepala Rumah Sakit TNI (RST) Tingkat IV Iskandar Muda IM 07-02 Meulaboh dengan pangkat kapten.

Pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyampaikan, potensi konflik antarprajurit TNI memang bisa terjadi di mana saja. ”Kenyataannya, persoalan kecil saja sudah bisa memicu perkelahian, bahkan kontak senjata,” terang Fahmi. Hal itu jelas membahayakan banyak pihak. Meski belum jelas duduk persoalan dan penyebab konflik antara Sertu MA dan Mayor Beni, Fahmi menyatakan bahwa konflik antarprajurit merupakan penyakit kambuhan yang tidak pernah diobati dengan baik. (ulo/ade/nat/syn/c17/oni)

Pos terkait