Terlebih, ketidakmauan politik untuk membuktikan komitmen itu adalah cermin mengakarnya sifat otoritarianisme dalam negara Indonesia. Menurutnya, Negara bertanggung jawab untuk melakukan penyelesaian secara terbuka “Kasus yang merenggut nyawa Munir saat hendak mengejar pascasarjana di Utrecht University ini masih
meninggalkan banyak pertanyaan. Kasus ini bukan hanya belum tuntas, tetapi kerap dipolitisasi dan menjadi bahan komoditas politik menjelang momen pemilihan umum.
Misalnya, kasus ini tidak hanya menjadi janji kampanye bagi calon Presiden, tetapi menjadi bom waktu bagi rival politik atau oposisi untuk menyerang pesaingnya atau pemerintah lewat isu HAM,” pungkas Asfinawati.






