Massa yang menunggu para pelaku kembali tidak butuh komando saat melihat mobil pelaku. Mereka mencegat mobil pelaku, lalu merusaknya. Semua penumpang di mobil tersebut diminta turun. Pelaku panik. Ketiganya berusaha kabur. Namun, hanya M yang berhasil melarikan diri. Nurhasan dan Husen, pelaku lain yang berperan sebagai sopir, tertangkap. Bak….bukkk!!! warga menjadikan keduanya sebagai sansak hidup.
Tidak lama kemudian, petugas datang ke TKP. Dua pelaku yang babak belur dievakuasi dan dibawa ke RS Siti Fatimah, Tulangan. “Satu pelaku yang kabur masih dalam pengejaran,” ujar Kapolsek Tulangan AKP Nadzir Syah Basri.
Kepada petugas, Nurhasan yang menjadi otak komplotan mengaku bahwa aksi bermodus gendam itu bukan yang pertama. Dia dan gerombolannya pernah menjalankan kejahatan serupa di Probolinggo. “Dapat perhiasan juga. Dijual di tengkulak emas pinggir jalan. Hasilnya dibagi bertiga. Lupa dapat berapa,” ucapnya.
(JPNN/izo)





