JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat sebanyak 2.951 barang tertinggal di kereta api dan area stasiun sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Nilai perkiraan dari seluruh barang tersebut mencapai Rp4.368.070.000.
Manager Hukum Daop 1 Jakarta yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Manager Humas, Detty Nurfatma Kusumah, menjelaskan bahwa seluruh barang temuan dikelola melalui sistem lost and found sesuai prosedur standar perusahaan. Setiap barang yang ditemukan akan didata, disimpan di ruang khusus, dan diinformasikan secara internal agar pemilik dapat segera mengambilnya.
Barang-barang yang ditemukan terdiri dari berbagai kategori, mulai dari makanan, barang biasa, hingga barang berharga. Makanan yang ditemukan umumnya memiliki masa simpan pendek, seperti makanan basah yang hanya disimpan selama satu hari dan makanan kering selama tujuh hari. Sementara itu, barang biasa seperti tumbler, topi, charger, dan buku disimpan selama 30 hari. Adapun barang berharga seperti ponsel, laptop, dompet, dan perhiasan disimpan hingga 90 hari. Jika dalam masa tersebut tidak diambil, maka makanan akan dibuang, barang biasa dapat disalurkan ke yayasan, dan barang berharga akan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Untuk memudahkan pelanggan dalam melaporkan barang yang hilang atau tertinggal, KAI Daop 1 Jakarta menyediakan beberapa kanal resmi. Pelanggan dapat melapor langsung kepada petugas customer service, loket informasi, atau petugas keamanan di stasiun. Selain itu, laporan juga dapat disampaikan melalui Contact Center 121 atau 021-121. Setelah laporan diterima, petugas akan mencocokkan data dengan sistem barang temuan. Jika barang ditemukan, pemilik wajib menunjukkan identitas diri, bukti tiket perjalanan, serta deskripsi barang yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengambilan barang dapat dilakukan di lokasi Lost & Found stasiun atau ruang pelayanan pelanggan, dan dapat diwakilkan dengan surat kuasa serta identitas lengkap.
Detty mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memeriksa kembali barang bawaannya sebelum turun dari kereta atau meninggalkan area stasiun. Menurutnya, kesadaran pelanggan merupakan langkah pertama yang paling efektif dalam mencegah barang tertinggal. Ia menegaskan bahwa petugas KAI siap membantu, namun kehati-hatian tetap menjadi kunci utama.(**)





