Nota kesepahaman yang batal dilaksanakan terdiri dari 14 poin, termasuk komitmen Iran membuka jalur pelayaran Selat Hormuz secara penuh dalam 30 hari. Kesepakatan awal itu juga menunda pembahasan isu sensitif seperti program nuklir Iran, serta mengharuskan AS dan mitranya menyiapkan pendanaan USD 300 miliar untuk pemulihan ekonomi Iran.
Jika kesepakatan berhasil diterapkan, krisis pasokan energi tahun ini berpotensi berubah menjadi surplus signifikan pada 2027. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pasokan minyak akan melampaui permintaan sebesar 5,05 juta barel per hari tahun depan seiring kembalinya pasokan dari Timur Tengah ke pasar global.(*)





