“Sekarang makan gak makan ya, saya narik dari subuh sampai malam penghasilan jauh dari kata cukup, Jujur ni pendapatan saya sehari paling 15-20 ribu, setoran ke pemilik 30 ribu perhari dan untuk bensin 150 ribu.” Ujarnya.
Menurut Deni dia belum berani menaikan tarif angkot karena penumpang yang sepi.
“Saya mematok tarif untuk pelajar 2 ribu dan masyarakat umum 4 ribu Tapi banyak penumpang yang Ngasih lebih juga, terkadang tidak mau dikembalikan.” Ujarnya.
“Sekarang saya belum bisa menaikan harga angkot, kebanyakan penumpang saya juga pelajar dan kasian juga kalo tarif saya naikan dan kalo tarif dinaikan lebih sepi lagi.” Ucapnya.
Dia berharap pemerintah bisa menstabilkan kembali harga BBM supaya Masyarakat bisa cukup memenuhi kehidupanya. “Iya saya berharap pemerintah lebih memperhatikan rakyat kecil, dan memberikan bantuan sosial supaya beban hidup tidak semakin tertekan” Ujar Deni.(*)






