NASIONAL

Emak-emak Dikeroyok Tetangganya, Ditendang Hingga Dilempar Sapu

×

Emak-emak Dikeroyok Tetangganya, Ditendang Hingga Dilempar Sapu

Sebarkan artikel ini

RADAR SUKABUMI – MIRIS tindakan pengeroyokan antar tetangga terhadap seorang ibu tua di Kelurahan Perdagangan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Peristiwa ini mendadak viral usai kali pertama diunggah akun Facebook Yanti Sinambela.

Bank bjb Tandamata

Akun Facebook itu, mengunggah video ketika pertengkaran berujung kekerasan itu terjadi, Jumat (18/9/2020).

“Setan apalah yang merasuki warga Lorong Bakti, Perdagangan Kota ini, sehingga tega menganiaya mengeroyok secara massa seorang ibu yang nyata-nyata secara fisik dan mental sedikit terganggu,” tulisnya.

“Kalaupun dia salah bukan begini caranya. Ibu yang dikeroyok itu Eda saya. Kami akan menyelesaikan secara hukum,” katanya.

“Terjadi kemarin tanggal 17 September sore hari. Tolong bantu saya untuk memviralkan, karena kakak saya tinggal sendiri di Lorong Bakti, Perdagangan,” ucapnya.

Mendadak, video berdurasi 30 detik itu langsung viral. Bahkan telah diunggah berbagai akun gosip di Instagram.

Dalam video itu, terlihat dua perempuan berkelahi dengan masing-masing menggunakan kayu. Satu ibu tua dan satu lagi lebih muda.

Namun, kemudian merembet dengan saling adu mulut disaksikan tetangga lainnya.

Sejurus kemudian, tampak seorang anak remaja melepaskan tendangan keras ke arah perempuan tua hingga tersungkur. Tak ada yang membantunya!

Malah ibu muda menambahkan lemparan sapu kayu ke arah ibu tua tadi.

Kapolres Simalungun, AKBP Agus Waluyo membenarkan peristiwa ini terjadi di wilayah hukumnya.

Tepatnya, di Lingkungan 1 Lorong Bakti Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, Kamis (17/9/2020) sekira pukul 16.15.

Perempuan yang dikeroyok yakni, DMS (67). Sedangkan, lawan berkelahi adalah tetangganya TA (45), dan yang menendang adalah anak TA, yaitu AH (12).

Agus mengungkapkan Bhabinkamtibmas Polsek Perdagangan Bripka Juara M. Gultom mengunjungi kedua tetangga untuk memediasi dan mencari akar permasalahan.

“Keduanya pun sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan,” jelas Agus dilansir dari pojoksumut, Jumat (18/9/2020).

Dari pengakuan kedua belah pihak, perkelahian dipicu DMS melarang AH bermain di halaman rumahnya.

Kemudian AH mengadukan hal itu ke ibunya, hingga TA tak terima dan terjadi perang mulut dan berujung kekerasan.

Kedua belah pihak telah sepakat damai dengan ditandai penandatanganan surat pernyataan resmi.

(nin/ysf)