Beruntung, selama pengambilan gambar di beberapa lokasi itu, pak Yok tidak mendapatkan kekerasan dari pihak manapun.
85 gambar kerusuhan itu diabadikan Pak Yok selama 10 hari pemotretan. Untuk lokasinya dilakukan di tempat yang berbeda. Pameran tunggal ini akan berlangsung hingga Jumat (18/5) mendatang.
Salah seorang pengunjung, Tode, 60, mengatakan, saat kejadian tersebut dirinya juga sempat menyaksikan sendiri kekacauan yang terjadi di Kota Solo.
Tidak hanya itu, Tode juga mengatakan, banyak korban berjatuhan gara-gara berusaha menjarah barang di pertokoan.
“Saya ingat kejadian itu terjadi pada hari Jumat siang. Saya juga sempat berkeliling ke beberapa lokasi untuk menyaksikan kondisi saat itu, memang sangat kacau dan banyak terjadi pembakaran saat itu,” ungkapnya.
(apl/JPC)



