NASIONAL

BPOM Resmi Larang Jajanan Latiao Asal Tiongkok Beredar, Mengandung Bakteri Bacillus Cereus

×

BPOM Resmi Larang Jajanan Latiao Asal Tiongkok Beredar, Mengandung Bakteri Bacillus Cereus

Sebarkan artikel ini
BPOM Resmi Larang Jajanan Latiao Asal Tiongkok Beredar
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melarang sekaligus menarik produk olahan latiao dari pasaran. (IST)

JAKARTA – Jajanan viral asal Tiongkok, latiao resmi dilarang peredarannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal itu sehubungan dengan kasus keracunan akibat jajanan yang djjual secara online tersebut, karena mengandung bakteri bacillus cereus.

“Hasil pengujian laboratorium, berdasarkan pengujian terhadap produk yang diduga menyebabkan KLB, kami menemukan indikasi kontaminasi bakteri bacillus cereus pada produk Latiao,” ujar Kepala BPOM Taruna dalam konfrensi pers kepada wartawan, Jumat (1/11) lalu.

Bank bjb Tandamata

Lantas, apa itu bakteri bacillus cereus dan dampak buruknya bagi kesehatan manusia?

Dikutip dari Prodia, bacillus cereus merupakan bakteri yang seringkali bersarang di dalam makanan-makanan dan membuat keracunan berupa sakit diare hingga gangguan pernapasan.

Bentuk bacillus cereus terlihat seperti batang, aerobik, anaerob fakultatif, motil, serta beta hemolitik.

Bacillus cereus ditemukan dalam bentuk spora dan vegetatif. Spora inilah yang menjadi masalah utama, karena mampu bertahan dalam keadaan yang ekstrem seperti suhu panas dan dingin serta kekeringan.

Bakteri ini dapat tumbuh pada bahan pangan seperti nasi, daging, susu, keju, dan sayuran. Terutama jika makanan tersebut tidak disimpan atau diolah dengan benar, bakteri ini akan berubah menjadi toksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bacillus cereus dapat menyebabkan dua jenis infeksi pada manusia, yaitu infeksi makanan dan infeksi mata. Infeksi makanan Bacillus cereus dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri ini.

Gejala awal yang muncul biasanya berupa mual dan muntah, diikuti dengan diare dan sakit perut. Gejala ini muncul setelah beberapa jam atau hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. (jpg)