Seperti misalnya di Kabupaten Sintang saat dilaporkan terjadi banjir, di saat yang bersamaan sisi lain wilayah tersebut terjadi kebakaran. Begitu juga terjadi pada Kabupaten Katingan.
”Dua fenomena yang berlawanan, air dan panas, air dan api, itu terjadi pada saat bersamaan dalam lokasi yang tidak terlalu jauh ya. Saya menyebutnya ini adalah dampak dari perubahan iklim pada skala lokal,” tutur Abdul Muhari.
Abdul mengatakan, fenomena bencana, dampak dari perubahan iklim dalam tiga tahun ke belakang, telah menjadi perhatian BNPB dan segenap pemangku kepentingan di daerah.(*)






