Selain itu, penggunaan pompa air menjadi strategi penting dalam optimalisasi sawah tadah hujan, memungkinkan pengaturan pasokan air yang lebih baik terutama saat musim kemarau.
Penambahan bahan organik seperti kompos dan pupuk hijau juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian secara alami.
Upaya meningkatkan produktivitas pertanian terus dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi budidaya yang efektif. Dalam penjelasannya, Dede Sopyandi, menyoroti tiga langkah kunci yang telah diterapkan.
Pertama, penggunaan benih bermutu dan bersertifikat untuk memastikan hasil pertanian yang optimal.
Selanjutnya, upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi fokus penting dalam menjaga produktivitas tanaman.
Pemanfaatan Alsintan dari tahap pra tanam hingga pasca panen telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi pertanian di lahan kering tersebut. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi petani lokal dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Idha menampilkan beberapa foto Menteri Pertanian tengah berdialog dengan petani milenial, menekankan pentingnya kolaborasi dan dialog antara pemerintah dan generasi muda dalam memajukan sektor pertanian.
Idha juga memberikan dorongan dan motivasi kepada para audiens untuk terus aktif dan berinovasi dalam upaya memajukan pertanian ke arah yang lebih baik.
“Dengan semangat yang menggelora, pesan penutup ini menjadi momentum bagi para peserta untuk terus bergerak maju dalam mewujudkan perubahan positif dalam dunia pertanian”, ujarnya. (agam/wsd)






