“Hal ini tampak pada statement politiknya tentang halalnya BPJS dan hukum fardlu kifayyah melaksanakan vaksinasi Covid-19,” sebut Wahyu Suryono Pratama.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) sudah terlebuh dahulu memberi gelar “The King of Lip Service” untuk Presiden Joko Widodo.
Wahyu Suryono Pratama mengatakan, Presiden Jokowi dinilai kurang becus dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Negara, dan mengingkari janji politiknya.
Hal tersebut dapat dengan mudah dilihat dengan tinjauan perbandingan janji dan fakta dari kepemimpinan Presiden Jokowi. Misalnya perihal utang negara, komitmen terhadap demokrasi, dan penanganan pandemi.
“Meskipun tampak pemerintah melaksanakan tugas dengan semaksimal mungkin, akan tetapi fakta menunjukan hal-hal yang seringkali kontradiktif dan paradoksal,” ucap Wahyu Suryono Pratama.
Atas semua kritikan yang dilemparkan BEM KM Unnes tersebut, mereka menyertakan hashtag alias tanda pagar #IndonesiaPoliticalTroll.






