Anas Permasalahkan Uang Pengganti Rp 57 M

  • Whatsapp

JAKARTA – Terpidana kasus korupsi P3SON Hambalang, Anas Urbaningrum mempermasalahkan uang pengganti sebesar Rp 57,5 miliar untuk membayar kerugian negara. Hal ini dipermasalahkan Anas dalam sidang lanjutan peninjauan kembali (PK) yang diajukannya. Saat persidangan, Anas melalui tim kuasa hukumnya mendatangkan saksi ahli hukum administrasi negara, Dian Puji Simatupang untuk menjelaskan perkara hukum yang menjeratnya.

“Saudara ahli saya ingin mendapatkan penjelasan yang lebih gamblang tentang apa makna nyata dan pasti, bukan asumsi, bukan kira-kira, bukan dari keterangan lisan orang apalagi yang tidak kredibel. Parameter nyata pasti itu apa?,” tanya Anas di ruang persidangan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, kemarin (29/6).

Bacaan Lainnya

Dian menjelaskan, untuk dapat melihat kerugian negara harus didasari dengan dokumen suatu data yang valid yang menentukan adanya relevansi kerugian negara. Sehingga, pelaku koruptor bertanggung jawab atas kerugian negara tersebut.

Kemudian terdapat jumlah pasti, hal ini agar tidak adanya prediksi untuk menilai adanya kerugian negara. Jumlah pasti tersebut kemudian harus dilakukan audit dan investigasi setelah adanya dokumen jumlah pasti. “Ini guna menghindari perdebatan supaya dapat yakin dari apa yang disampaikan,” ujar Dian.

Kemudian Anas mempersoalkan, jika uang pengganti yang dibayarnya tersebut tidak berkaitan dengan hasil audit, melainkan berdasarkan keterangan lisan.

Mendengar hal itu, Dian menilai kondisi yang disampaikan oleh Anas tidak memiliki standar khusus untuk menghitung kerugian negara. Sebab jika tidak memenuhi standar prosedur dapat dibatalkan. “Data itu harus relevan, akurat, akuntabel dan asersi,” urai Dian.

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *