Sedangkan para pedagang yang ingin bermain-main harga bahan pokok, kata Syahganda, tidak berani bertingkah di zaman Habibie maupun di zaman Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Dengan demikian kata Syahganda, jika negara dikelola oleh pedagang, maka rakyat dipastikan sengsara. Sebaliknya, jika Indonesia dikelola oleh rakyat atau kaum buruh, maka rakyat yang bahagia.
“Nah sekarang silakan aja, ke depan ini setelah Jokowi masih mau pilih kaum pedagang yang pasti bukan hanya minyak goreng, besok gula, kemudian gas, kemudian macam-macam (harga naik), apalagi ini mau perang dunia ketiga, ini hilang tidak terkendali,” pungkas Syahganda.






