NASIONAL

15 Perusahaan Gulung Tikar

×

15 Perusahaan Gulung Tikar

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Kertas dan Pulp Indonesia (APKI) mencatat, sepanjang tahun lalu ada 15 perusahaan kertas yang berhenti operasi karena sejumlah faktor. Salah satunya tingginya biaya produksi. Jika terus dibiarkan, produksi kertas bisa terancam kusut.

Ketua APKI Aryan Warga Dalam mengatakan, dari total 85 izin perusahaan pulp dan kertas yang tercatat beroperasi di Indonesia saat ini yang aktif adalah sebanyak 70 perusahaan.

Bank bjb Tandamata

“Tahun ini catatan kami ada 15 perusahaan tidak beroperasi,” kata Aryan, kemarin.
Dia menjelaskan, dari 70 perusahaan pulp dan kertas yang masih aktif beroperasi itu, dua perusahaan bergerak di sektor pengolahan pulp. Lalu enam perusahaan di sektor pengolahan pulp dan kertas (terintegrasi) dan 62 perusahaan di sektor pengolahan industri kertas.

Sementara itu, dari perusahaan yang aktif itu saat ini memiliki kapasitas produksi untuk industri pulp sebesar 8,3 juta ton. Sedangkan kapasitas industri kertas secara nasional sebanyak 10,43 juta ton per tahun.

“Berdasarkan catatan kami pada 2017 dari perusahaan yang aktif itu mampu memproduksi pulp sebanyak 7,1 juta ton dan produksi kertas sebanyak 10,6 juta ton,” katanya.
Pihaknya mengklaim, peluang industri pulp dan kertas ke depan masih terbuka lebar. Apalagi konsumsi kertas masyarakat di Indonesia yang dinilai saat ini masih rendah.