NASIONAL

15 Perusahaan Gulung Tikar

×

15 Perusahaan Gulung Tikar

Sebarkan artikel ini

“Kami meyakini industri pulp dan kertas masih punya peluang, karena konsumsi kertas di Indonesia per kapita hanya 32,6 kilogram dan kondisi ini masih rendah dibandingkan dengan negara maju lainnya,” kata Aryan.

APKI mencatat sekitar 60 persen dari produksi pulp dan kertas dalam negeri diekspor dan nilai ekspor kertas nasional pada tahun 2016 mencapai 3,4 miliar dolar AS. Sementara nilai ekspor pulp sebesar 1,5 miliar dolar AS. China dan Korea masih jadi tujuan ekspor. Kemudin disusul Jepang dan Amerika Serikat.

Bank bjb Tandamata

“Hasil ekspor tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen pulp terbesar ke-9 dunia, dan untuk produksi kertas, Indonesia berada di posisi enam dunia,” tukasnya.

Pelaku industri kertas dalam negeri mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga gas. Saat ini, harga gas dinilai masih kemahalan sehingga berpengaruh besar terhadap total biaya produksi.

“Pelaku usaha masih keberatan dengan tingginya harga gas yang digunakan sebagai bahan bakar untuk indutri pulp dan kertas dalam negeri. Saat ini, harganya antara 9-11 dolar AS per mmbtu (million metric british thermal units),” ujarnya di Jakarta.

 

Masih tingginya harga gas sangat berpengaruh besar terhadap total biaya produksi. “Kami mendesak pemerintah agar merealisasikan penurunan harga gas industri kertas menjadi 5 dolar AS per mmbtu,” ungkapnya.

Penurunan harga gas diperlukan untuk mendorong peningkatan kinerja industri pulp dan kertas sebagai indutstri nasional yang strategis dan prioritas.

Untuk menyiasati tingginya harga gas itu, pihaknya mendorong anggotanya untuk menggunakan bahan bakar alternatif dengan memanfaatkan limbah kulit kayu untuk pembangkit bagi industri itu. “Sebagian besar perusahaan pulp dan kertas sudah menerapkan itu,” tukasnya.(rmol)