Disinggung soal pengawasan, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi ini mengaku, tidak memiliki kewenangan mengawasi barang-barang strategis, sebab hal itu sudah menjadi kewenangan pihak Provinsi Jawa Barat.
“Kami hanya memonitor harga saja, tapi nanti kita akan kooordinasikan dan besok (hari ini,red) saya akan pantau,” akunya.
Diterangkan dia, adapun bawang merah lokal dan bawang merah ‘palsu’ dilihat memiliki perbedaan dari bentuk fisik, yakni jumlah umbi. “Kalau bawang lokal kan ada tiga umbi dalam satuan tapi kalau ini hanya satu,” terangnya.
Tidak hanya itu sambung dia, perbedaan juga bisa diketahui dari aroma. Dimana aroma bawang merah asli lebih kuat dibandingkan bawang merah ‘palsu’. “Aroma rasa beda. Lebih kuat yang asli jadi jelas beda rasanya nanti kalau dimasak,” sambungnya.
Ayep menambahkan, saat ini masyarakat yang berbelanja dipasar tradisional cenderung menggunakan bawang lokal dibanding impor. Selain harganya murah, bawang lokal pun lebih enak dan berukuran lebih kecil. “Biasanya kiriman dari daerahbjawa tengah dan jawa timur,”tambahnya.
(why)
GRAFISSS
PERBEDAAN BAWANG MERAH ASLI DAN ‘PALSU’
1. Bawang lokal ada tiga umbi dalam satuan, sedangkan bawang merah ‘palsu’ hanya satu
2. Aroma bawang merah asli lebih kuat dibandingkan bawang merah ‘palsu’.
3. Bisa dirasakan perbedaannya setelah dimasak.





