RADARSUKABUMI.com –Â LEMBURSITU–Jumlah kasus DBD selama bulan Desember tahun 2018 sampai bulan Januari tahun 2019 sudah mencapai 50 kasus. Bahkan pada awal tahun 2019, kasus DBD di Kota Sukabumi telah memakan korban jiwa.
Untuk itu, masyarakat dihimbau agar melakukan pencegahan dengan melakukan pola 3M (menguras, menutup, mengubur) dan harus ikut berperan dalam program Jumantik (juru pemantau jentik). Dimana sepekan sekali keliling memantau jentik di lingkungan rumahnya.
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan, kasus DBD ini menyebar ke seluruh Kecamatan di Kota Sukabumi, namun sayangnya terdapat korban meninggal dunia di Kecamatan Lembursitu sehingga pemerintah kota fokus terhadap lingkungan di Kecamatan Lembursitu.
“Kebetulan terdapat korban jiwa di Kecamatan Lembursitu sehingga kami fokus ke daerah sini, bahkan kemarin juga ada penderita DBD yang kondisinya terlihat mengkhawatirkan namun sekarang Alhamdulillah sudah membaik,” kata Fahmi saat berkunjung ke pemukiman warga di Kampung Sindangsari Rt 3/3, Kelurahan Sindangsari Kecamatan Lembursitu, kemarin (24/1).
Dia mengingatkan, warga agar selalu waspada untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan memantau lingkungan sekitar terhadap genangan air yang beresiko menjadi sarang nyamuk.
“Pemerintah daerah sudah menyiapkan surat edaran sehingga seluruh warga se-Kota Sukabumi melakukan kegiatan 3M secara teratur serta berperan aktif sebagai Jumantik, dan kami berharap masyarakat lebih meningkatkan daya tahan tubuh pada musim penghujan ini,” himbaunya.






