“Kalau buka tetap sore. Tidak pernah buka pagi, selama puasa,” kilahnya.Terkait adanya yang makan di warung miliknya, Fatimah mengaku bingung untuk memberikan tindakan. Sebab, pembeli selalu membuatnya bingung
.
“Mau melarang bingung. Mereka selalu bilang sebentar,” akunya.Salah seorang warga yang enggan dipublikasikan namanya mengaku, terpaksa makan pada siang hari Ramadan karena sedang sakit. “Saya lagi sakit, jadi terpaksa nyari makan,” singkatnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Radar sukabumi, sebanyak lima rumah makan yang dilakuakna penyisiran oleh aparat gabungan. Mulai dari Jalan Suryakencana hingga Bhayangkara.
Dari semua itu terdapat, dua rumah makan yang kedapatan menyediakan makanan untuk orang tidak berpuasa, seperti di Rumah Makan Cikole dan Warung Nasi Gang Uben.
Bahkan di tempat tersebut, beberapa orang kedapatan sedang makan di rumah makan tersebut.Rumah makan yang kedapatan menyediakan makanan langsung diberi peringatan oleh Tim Patroli Simpatik.
(cr17/t)



