SUKABUMI – Sejumlah pedagang di sekitar Taman Cikondang, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, mengeluhkan kondisi sampah yang menumpuk di pinggir jalan. Pasalnya, selain mengganggu estetika juga membuat para pedagang tidak nyaman karena kerap timbul aroma tidak sedap.
Salah seorang pedagang Neti (57) mengatakan, sudah tiga tahun ini pinggiran Taman Cikondang banyak ditemukan sampah yang menumpuk. Akibatnya, membuat para pedagang tidak nyaman karena selain tercium aroma tidak sedap juga menimbulkan banyaknya lalat.
“Ya, sejak Pandemi Covid-19 banyak sampah sampai menumpuk di sini. Padahal inikan tempat berjualan dan juga tempat warga bersantai di taman. Pokoknya membuat tidak nyaman, apalagi kalau turin hujan dipastikan tercium bau tidak sedap,” kata Neti kepada Radar Sukabumi, Selasa (8/8).
Menurut Neti, sampah tersebut merupakan sampah rumah tangga karena banyak warga yang membuang sampahnya di loaksi tersebut. Meski terdapat bak sampah, namun warga tidak memanfaatkannya dengan baik sehingga nampak berserakan. “Warga sekitar membuang sampahnya di sini jadi terus terang para pedagang termasuk saya sangat terganggu,” cetusnya.
Terlebih, lanjut Neti, pengangkutan sampah yang biasanya dilakukan pagi hari saat ini baru diangkut pada sore hari sehingga keberadaan sampah tersebut sangat mengganggu. “Pengangkutan sampahnya sekarang sore hari jadi terpaksa pedagang seolah disuguhkan tumpukan sampah,” ucapnya.






