Tahanan Polsek Cikole Sukabumi Jadi Mualaf

Mapolsek Cikole
AI saat mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi Muhamad Kusoy di Mapolsek Cikole, Jumat (30/9).

CIKOLE– Pria berinisial IA (37) yang merupakan tahanan Polsek Cikole di Jalan Tubagus Abdullah, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, jadi mualaf, Jumat (30/9).

Pria yang semula beragama Kristen Protestan ini, terlibat kasus penggelapan. IA menjadi mualaf setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi Muhamad Kusoy. IA yang merupakan warga keturunan Tionghoa asal Kecamatan Cikole tersebut, sejak Jumat ini resmi menjadi Muslim.

Bacaan Lainnya

“IA masuk Islam dengan kesadaran sendiri. Dia terlibat suatu perkara sehingga ditahan. Jadi di dalam ruang tahanan itu ada ustad, jadi mungkin terketuk hatinya,” kata Sekretaris MUI Kota Sukabumi M Kushoy kepada wartawan, Jumat (30/9).

Kusoy menjelaskan, IA memutuskan memeluk Islam atas kesadaran sendiri. Selama di dalam penjara, IA mengalami kebingungan dan tidak punya tempat untuk meminta pertolongan. Pasalnya, ayah IA sudah meninggal, sedangkan sang ibu dan saudara wanitanya saat ini dalam kondisi sakit. IA sudah menikah dan memiliki anak.

“Dia terlibat suatu perkara sehingga ditahan, kemudian di dalam itu ada juga kaya ustaz. Dia kelimpungan, kebingungan, tidak ada tempat meminta pertolongan,” jelasnya.

Menurutnya, IA memiliki ketertarikan terhadap Islam dimulai sejak masuk tahanan satu bulan lalu. IA kerap melihat tahanan lain yang beragama Islam masih bisa tertawa, meski sama di dalam jeruji besi. Karena, para tahanan Muslim tampak tidak memiliki beban dan sering menunaikan salat berjemaah di musala Polsek Cikole, kemudian berdoa.

“Kan kalau mendengar azan, salat. IA tidak ikut dan melihat tahanan Muslim masih bisa tertawa dan masih kelihatan bahagia. Selain itu, jika ada apa-apa berdoa sehingga membuat IA tertarik. Kok di Islam itu kayak ada sandaran hidup, walaupun bagaimana sulitnya, di Islam sandarannya Allah,” ujarnya.

Dari data yang tercatat MUI Kota Sukabumi, sejak 2014 hingga saat ini, ada 130 orang yang masuk Islam. Kusoy yang bertugas sebagai penerima mualaf pada 2022 ada sekitar 20 orang yang memeluk Islam. Pada Jumat ini Kusoy dipanggil ke Mapolsek Cikole lantaran IA tidak boleh ke luar. Kusoy pun sempat mewawancarai IA.

“Intinya AI ingin ada sandaran hidup, dia kebingungan. Alhamdulillah masuk Islam dan berjanji bersedia dilakukan pembinaan. Kami juga menjelaskan pilar ajaran Islam itu iman, islam, dan ihsan,” bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Cikole Kompol R Nanang Subarna menambahkan, IA terlibat kasus penggelapan di salah satu perusahaan di Kecamatann Cikole. IA hingga saat ini belum menjalani persidangan. Selama menjalani penahanan, IA selalu mendengar selawat. Bahkan sebelum masuk Islam, IA sudah mulai belajar melaksanakan salat.

“Tahanan ada lima, setiap waktu salat kami selawatan,” tutupnya. (bam)

Mapolsek Cikole
AI saat mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi Muhamad Kusoy di Mapolsek Cikole, Jumat (30/9).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *