KOTA SUKABUMI

Tablig Akbar Bersama Gus Miftah, Penutup Pekan Hari Santri Nasional

×

Tablig Akbar Bersama Gus Miftah, Penutup Pekan Hari Santri Nasional

Sebarkan artikel ini
Ketua Panitia Pekan HSN Kota Sukabumi, Sudar Fauzi

CITAMIANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sukabumi siap menyemarakan pekan Hari Santri Nasional (HSN) yang biasa diperingati pada 22 Oktober. Berbagai rangkaian kegiatan telah disiapkan jajaran kepanitiaan untuk memperingati HSN tersebut.

Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, kegiatan Pekan HSN di Kota Sukabumi bakal dimulai dengan kegiatan kajian qonun asasi nahdlatul ulama, nonton bareng film sang kyai, tajhizul jenazah dan bersih-bersih mesjid, manasik haji dan umroh, seminar tentang haid, musabaqoh itab kuning, kirab santri Kota Sukabumi, ziarah dan napak tilas, festival ngaliwet dan ditutup dengan tablig akbar bersama Gus Miftah Maulana A Habibburahman.

Ketua Panitia Pekan HSN Kota Sukabumi, Sudar Fauzi mengungkapkan, berbagai rangkaian acara dalam peringatan pekan hari santri nasional tersebut telah dipersiapkan. Mayoritas, kegiatan akan berpusat di Gedung Dakwah PCNU Kota Sukabumi yang berlokasi di Jalan Cipanas 2 No.1, RT.03, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang.

“Dalam rangka pekan hari santri nasional ini, kami (PCNU Kota Sukabumi, red) bakal menggelar berbagai kegiatan dimulai 10 Oktober dan ditutup pada 22 Oktober dengan tablig akbar oleh Gus Miftah Maulana A Habibburahman,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (6/10).

Sudar berharap, pada HSN 2019 ini, para santri di Kota Sukabumi dapat berkiprah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai paham dan radikalisme. HSN ini, dijadikan pemacu bagi santri untuk terus berjuang menegakkan agama Islam dan berkontribusi dalam pembangunan negara.

“Harapannya agar santri mampu berperan dalam memajukkan negara Indonesia dan harus bisa berkontribusi bagi negara. Selain itu, diharapkan bisa dapat berprestasi di tingkat Internasional,” imbuhnya.

Selain itu, pada perkembangan di era teknologi seperti saat ini, penerapan nilai keagamaan di tengah masyarakat telah mengalami pergeseran, bahkan tidak jarang yang bersifat sebagai formalitas dan tidak jarang agama hanya digunakan untuk status hidup.

Maka dari itu, para santri harus ikut menjaga agar akidah dan norma-norma keagamaan tetap terjaga. “Dalam peringatan ini dapat menjadi pemacu semangat bagi para ulama dan santri untuk terus berjuang menegakkan agama Islam Ahlus Sunnah Waljamaah, sekaligus turut berkontribusi dalam pembangunan daerah, bangsa dan negara,” pungkasnya. (upi/d)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *