Surat Kematian, Harus Laporan Keluarga

  • Whatsapp

CIKOLE– Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi tetap meningkatkan pelayanan pembuatan akta kematian.

Karena sifatnya laporan, pembuatan akta kematian harus didahului adanya laporan dari keluarga orang yang meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak bisa memaksakan dan tidak bisa mengeluarkan surat kematian kalau tidak ada laporan dari masyarakat,” kata Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar, belum lama ini.

Lanjutnya untuk meningkatkan pelayanan pembuatan akta kematian, jajarannya akan memberikan berbagai kemudahan tanpa mengabaikan prosedur dan mekanisme.

Semestinya semua peristiwa kematian penduduk dilaporkan ke Disdukcapil melalui kantor kelurahan dan instansi berwenang lainnya agar bisa dilakukan updating terhadap data kependudukan.

“Kita akan permudah tak melanggar prosedur dan mekanisme,” jelasnya.

Membuat akta kematian kata Iskandar, tidaklah terlalu sulit. Pemohon dari keluarga yang meninggal dunia harus membawa laporan kematian sebagai bahan awal akta kematian.

“Laporan kematian harus dilampirkan pada surat pengantar dari rumah sakit kalau meninggal di rumah sakit atau dari kelurahan kalau meninggalnya di rumah,” jelas Iskandar.

Lalu, kematian yang tidak segera dilaporkan, dapat menimbulkan dampak pada keterlambatan updating data kependudukan.

Seseorang yang telah meninggal dunia bisa saja namanya masih tercantum pada daftar pemilih Pemilu karena belum dilaporkan kematiannya.

“Kalau ada surat keterangan yang sampai di kami, tentu nama orang yang meninggal dunia itu akan dihapus dari daftar pemilih, bukan diganti,”tutur Iskandar.

 

(bal/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *