Sosok Budiyanto Wartawan yang Konsisten Membela Lingkungan

  • Whatsapp
Budiyanto
PENGHARGAAN : Budiyanto Wartawan Senior saat menerima penghargaan sebagai dengan katergori wartawan pelestari lingkungan dari salah satu komunitas sosial Jumat (10/09). (dok Pribadi)

SUKABUMI — Berbicara lingkungan, tentunya semua manusia sepakat untuk tetap menjaganya. Hanya saja, ada yang hanya diucapan saja tak berlanjut ke tindakan ada juga yang belanjut ke tindakan namun konstensinya naik turun seperti Iman manusia. Sulit memang, namun dari 100 orang pasti ada satu atau dua yang bisa melakukannya, salah satunya sosok Budiyanto yang terbukti memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Buktinya, dari pertama dirinya masuk usia masa remaja, hingga kini yang usianya tak muda lagi tetap terus menyuarakan sadar konservasi dan Mitigasi Bencana. Pria kelahiran 1971 sudah terbukti memiliki keberpihakan terhadap lingkungan sedari remaja, buktinya dirinya mencatatkan nama pernah mendirikan sebuah perkumpulan pencinta alam pada tahun 1988 lalu.

“Awal dari mencintai lingkungan ketika saya mendirikan perkumpulan atau Club, nah dari sana saya tergugah dan tergerak untuk memiliki rasa keberpihakan kepada alam dan lingkungan, terutama lingkungan sekitar agar tetap terjaga. Jangan sampai ‘Leuweung Ruksak Manusia Balangsak’ (Hutang rusak manusia menderita red), “Ujar Budiyanto yang baru baru ini menerima penghargaan dengan katergori wartawan pelestari lingkungan dari salah satu komunitas sosial Jumat (10/09).

Sebelum terjun ke dunia Jurnalistik dengan masuk ke Salah satu Media Grup Radar Bogor Budiyanto sebetulnya sudah lebih dulu mengenal alam, hanya saja ketika memilih dan terpanggil berprofesi sebagai Jurnalis dirinya tidak melepaskan isu-isu seputar lingkungan, mulai dari Mitigasi Bencana, Ekologi dan isu-isu lingkungan seperti Konflik manusia dam hewan.

“Berawal dari sering membaca artikel-artikel di media cetak dan majalah yang memberitakan kegiatan petualangan di alam terbuka dan aksi-aksi demonstrasi mengenai isu lingkungan saya tergerak untuk berada terdepan dalam mengulas soal lingkungan, “terangnya.

Ditanya soal konsitensi berpihak kepada lingkungan, orang yang aktif sebagai wartawan kontributor Kompas.com ini menjelaskan, bahwa konsitensi berpihak kepada lingkungan berawal dari niat dalam hati untuk tetap berada dijalur ini. Ada rasa lelah pastinya, namun semua terbayar ketika apa yang kita bela menjadi sebuah kebenaran untuk menyelamatkan lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *