Rumah Warga Sriwedari Sukabumi Nyaris Rata dengan Tanah

rumah ambruk di Jalan Brawijaya
Sejumlah petugas BPBD Kota Sukabumi saat melakukan evakuasi rumah ambruk di Jalan Brawijaya RT 2/12, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh

BPBD dan Relawan Ratakan Rumah Warga Cisarua

SUKABUMI — Satu unit rumah milik Diki Friandi Akbar warga Jalan Brawijaya RT 2/12, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Imran Wardhani menjelaskan, insiden terjadi sekira pukul 7.00 WIB, saat daerah tersebut diguyur hujan beserta angin kencang.

Akibatnya, bangunan yang diduga sudah lapuk ini ambruk hingga nyaris rata dengan tanah. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerugian materi saja,” kata Imran kepada Radar Sukabumi.

Imran menerangkan, akibat bencana ini kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. Sedangkan, sementara waktu satu kepala keluarga (KK) dan lima jiwa ini mengungsi di tempat koleganya. “Ya, sementara korban mengungsi di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari tempat kejadian,” terangnya.

Menurutnya, tidak dipungkiri sejak memasuki musim hujan bencana alam kerap terjadi di Kota Sukabumi. Seperti, longsor, banjir dan jenis bencana alam lainnya. “Tapi saat ini lebih didominasi bencana banjir dan longsor,” ucapnya.

Sebab itu, BPBD Kota Sukabumi tidak hentinya menghimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan dan dimana saja.

“Kami minta warga bisa meningkatkan kewaspadaanya khususnya yang memiliki rumah berdekatan dengan tebing maupun dekat sungai,” imbuhnya.

Sementara itu, satu unit rumah milik Eris warga RT3/11 Kelurahan Cisaru, Kecamatan Cikole, terpaksa dirobohkan karena terdampak pergerakan tanah yang mengakibatkan kerusakan berat di sejumlah bagian, Selasa (9/11).

Lurah Cisarua Yudi Supriadi mengatakan, insiden pergerakan tanah itu terjadi sejak Senin (8/11) dan semakin parah pada, Selasa (9/11), sehingga terpaksa harus dirobohkan oleh tim BPBD dan relawan.

“Karena permintaan dari pemilik rumah, akhirnya petugas BPBD bersama warga merobohkan rumah tersebut,” kata Yudi kepada Radar Sukabumi, Selasa (9/11).

Akibat bencana pergerakan tanah ini, lanjut Yudi, kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta lebih. Sedangkan, pemilik rumah untuk sementara waktu mengungsi bersama keluarganya.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *