Dijelaskannya, pada Januari 2018 lalu sebanyak tiga kali terjadi anksi tawuran dan pada Maret 2018 hanya satu kali.
Jika dilihat dari angka yang ditemukan, tawuran antar pelajar di wilayah hukum Polsek Cikole menurun.
Hal itu, terjadi akibat pihak kepolisian terus berupaya melakukan patroli dan menempatkan beberapa personel di tiga titik rawan tawuran.
“Ya, ini terbukti bahwa upaya kami menempatkan personel di titik rawan tawuran membuahkan hasil maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, polisi tidak akan segan menindak para pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran.
Bahkan, selama 2018 polisi berhasil mengamankan ratusan pelajar yang diduga membuat ulah hingga terjadinya bentrokan.



