Selain kegiatan itu kata Ayi, sebanyak 150 UMKM dibantu brandingnya, itu juga salah satu untuk meningkatkan penjualan produk mereka. Mulai dari kemasan, logo dan lainnya.”Itu dibantu oleh SCH (Sukabumi Creatif Hub). Sebab, nantinya juga akan di masukan ke katalog UMKM,”ungkapnya.
Bahkan tambah Ayi, pihaknya juga sudah membantu sedikitnya 600 UMKM untuk mendapatkan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), dan laik izin untuk 200 UMKM.”Itu semua kita bantu yang anggaranya dari APBD,”terangnya.
Saat ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ada sekitar 8.473 UMKM yang ada di Kota Sukabumi. Namun, dari jumlah tersebut tidak semua masuk ke pembinaan, sebab ada beberapa jumlah yang gulung tikar akibat Covid-19.
” Namun ketika ada program BPUM (Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro), yang mengajukan ke kita sebanyak 50 ribu pelaku usaha,” pungkasnya. (bal)






