SUKABUMI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi resmi mengawali langkah strategis menuju pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Melalui sosialisasi di Balai Kota yang melibatkan pimpinan OPD, camat, hingga lurah se-Kota Sukabumi, BPS mulai memanaskan mesin pendataan ekonomi terbesar lima tahunan tersebut.
Kepala BPS Kota Sukabumi, Dani Jaelani, menegaskan bahwa sensus ekonomi bukan sekadar agenda statistik rutin. Lebih dari itu, hasilnya akan menjadi fondasi utama dalam menyusun arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah, termasuk strategi pengembangan UMKM dan penentuan prioritas investasi.
“Seluruh aktivitas ekonomi akan dipotret secara menyeluruh, kecuali sektor pertanian yang memiliki sensus tersendiri. Ini penting untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data, bukan asumsi,” ujar Dani, Kamis (27/11).
Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh elemen, terutama pelaku usaha mikro, kecil, menengah, hingga skala besar. Keberhasilan sensus, menurutnya, sangat bergantung pada keterbukaan dan kejujuran dalam memberikan data.
“Kami berharap pelaku usaha menerima petugas dengan baik dan menyampaikan data secara objektif. Ini bukan hanya untuk BPS, tapi demi melihat wajah ekonomi Sukabumi secara utuh,” tegasnya.






