Pengoperasian BRT Terkendala Administrasi

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi nampaknya belum bisa secepatnya untuk mengoperasionalkan model angkutan umum Bus Rampid Transit (BRT). IST

CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Perhubungan Kota Sukabumi nampaknya belum bisa secepatnya untuk mengoperasionalkan model angkutan umum Bus Rampid Transit (BRT). Hal itu lantaran, dalam pengoperasional BRT tersebut terkendala masalah teknis operasional atau administrasi. “Kita belum siap, soalnya yang mengoperasioalkan BRT itu harus badan usaha angkutan umum,” ujar kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Abdul Rachman, kemarin (13/6).

Untuk itu, dalam waktu dekat ini angkutan yang merupakan hibah dari Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI pada akhir tahun 2018 lalu itu akan dikerjasamakan dengan Perum Damri Cabang Kota Sukabumi. “Kita coba akan kerjasamakan, saat ini dalam pengkajian,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Bahkan diakui Abdul Rachman saat ini pihak Perum Damri sedang melakukan survei pengoperasian BRT tersebut. Mulai dari lokasi, trayek, biaya operasional dan lainnya. “Nanti mereka akan mengajukannya ke Dinas Perhubungan. Jadi kita akan membeli layanan pada Damri, Damri yang melayani , kami mengambil keuntungannya,” jelasnya.

Selain terkendala dengan teknik pengoperasian kata Abdul, BRT pun masih harus melalui beberapa proses, salah satunya mengubah status BRT dari kendaraan dinas menjadi kendaraan angkutan umum. “Kita harus mengubah dulu statusnya,“ terangnya.

Ditambahkan dia, rute dari BRT sendiri kata Abdul masih tetap pada rencana awal. Yakni untuk memelayani kebutuhan angkutan umum di sepanjang Jalan lingkar selatan, mulai dari Cibereum sampai ke Cibolangkaler, Cisaat. “Kita utamakan dulu untuk di jalur Lingkar selatan. Karena disana sama sekali belum ada jalur angkutan,”tambahnya.
Abdul pun memprediksikan bahwa BRT itu kemungkinan akan beroperasi di akhir 2019 nanti. Saat ini pihaknya terus melakukan percepatan untuk membenahi permasalahan tersebut. “Kita akan percepat pengurusan nya. paling lambat akhir tahun sudah bisa beroperasi, “pungkasnya. (bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *