SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi kembali menggulirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret untuk mengendalikan inflasi sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat. Program ini dilaksanakan di tujuh kecamatan dan menyasar langsung kebutuhan pokok warga.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, menjelaskan bahwa GPM menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga distributor atau di bawah harga pasar. Program ini melibatkan Koperasi Merah Putih (KMP), swalayan, serta pelaku usaha lokal.
“Kami berdayakan KMP se-Kota Sukabumi. Komoditas yang dijual mulai dari terigu, gula, telur, beras, minyak goreng, sayuran, hingga camilan. Harga dipastikan lebih rendah dari pasar, dan kami juga bekerja sama dengan swalayan seperti Superindo,” jelas Een, Kamis (5/2).
Menurut Een, hasil pemantauan Diskumindag menunjukkan harga bahan pokok di Kota Sukabumi masih relatif stabil. Namun kewaspadaan tetap diperlukan karena harga pangan sangat dipengaruhi dinamika pasar. “Saat ini masih stabil, tapi kita tidak bisa memprediksi beberapa hari ke depan karena harga bersifat fluktuatif mengikuti kondisi pasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Adrian Hariadi, menuturkan bahwa GPM menjadi instrumen penting untuk mengendalikan lonjakan harga pangan yang kerap terjadi menjelang Ramadan.
“Kami berharap harga bahan pokok tetap stabil dan masyarakat tidak perlu panik. Biasanya menjelang Ramadan, komoditas seperti cabai dan bawang mengalami kenaikan, sehingga kami lakukan intervensi melalui GPM,” tuturnya.






