PNS Hastag #Kantor Aing Ditegur

SUKABUMI – Sesuai dengan janjinya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Hanafie Zain langung memanggil Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Rahmat beserta dengan setafnya yang memosting di media sosial (Medsos) Facebook yang menjadikan hastag #Kantor Aing menjadi viral. Oknum PNS yang menggunakan Irgi Fahrezi ini dipanggil ke ruang kerja Sekda Kota Sukabumi, Jumat (22/9).

Pemilik akun FB Irgi Fahrezi itu adalah Rizal Safari yang bekerja dibagian Ekbang Pemkot Sukabumi dan menjabat sebagai salah satu setaf.

Bacaan Lainnya

“Tadi (kemarin, red) saya sudah memanggilnya beserta dengan atasannya di bagian Ekbang. Itu saya lakukan, sebagai pembina dari semua pegawai (PNS, red). Alhamdulillah, saudara Rizal sudah mengakui kesalahannya dan sudah meminta maaf,” ungkap Hanafie kepada Radar Sukabumi.

Menurut Hanafie, agar perilaku itu tidak terulang untuk kedua kalinya, dirinya sudah memerintahkan kepada atasannya Rizal Safari untuk melakukan pembinaan dan tegurusan kepada yang bersangkutan sesuai aturan kepegawaian yang berlaku. Artinya, hal ini juga harus menjadi pelajaran untuk semua aparatur sipil negara (ASN) agar bertutur kata yang baik.

“Untuk perilakunya, insya Allah akan dilakukan pembinaan. Insya Allah, kejadian ini tidak terulang kembali dan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya,” terangnya.

Mengenai dengan sanksi administratifnya, lanjut Hanafie, dirinya sudah memberikan tegurusan sesuai dengan tahapan pemberan sanksi kepada PNS yang dinilai telah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan atau tidak sepantasnya. Soalnya, mekanisme pemberian sanksi itu diatur sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Surat teguran itu, akan ditembuskan oleh atasannya langsung saudara Rizal kepada Inpektorat dan Badan Kepegawain Daerah (BKD) untuk ditindaklanjuti. Hasil kerjanya inpektorat dan BKD nanti, akan disampikan kepada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi dan kepada saya,” ujarnya.

Sementara itu, Rahmat juga sangat menyangkan atas perilaku yang sudah dilakukan oleh bawahannya itu. Soalnya, hal itu menjadi cibiran dan viral di medsos.

“Yang bersangkutan sudah meminta maaf lewat medsos dan mengakui perbuatannya. Teguran dan arahan dari pembina PNS akan disampikan secara tertulis kepada inpektorat dan BKD. Nanti dua lembaga itu (Inpektorat dan BKD, red) akan memberikan penilaian tersendiri,” ujarnya.

Kejadian tersebut juga menarik perhatian dari Ketua DPRD Kota Sukabumi, Yunus Suhandi. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran untuk semua abdi negara yang ada di Kota Sukabumi. Baik yang berada di lembaga legislatif yang dipimpinnya maupun yang berada di lembaga yudikatif dan eksekutif. Yakni, harus bertutur kata yang baik serta beretika.

“Dibalik kejadian ini, ada hikmah yang harus direnungi oleh pemostingnnya sendiri dan untuk kita semua. Semoga ini jadi pelajaran untuk kita bersama. Karena, menjadi pelayan masyarakat harus melakukan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat dan bertuturkata dengan baik,” singkatnya.

Sebelumnya, Ketua Umum HMI Cabang Sukabumi, Jainal Sidik Mutaqin menjelaskan, bahwa postingan status tersebut, telah menuai respon yang negatif dari semua kalangan. Untuk itu, ia sangat menyayangkan dengan sikap seorang PNS Pemda Kota Sukabumi tersebut, yang dinilai tidak elok. Padahal, aksi yang dilakukan HMI Cabang Sukabumi tersebut, sangat jelas. Bahkan, saat aksi unjuk rasa dilakukan, pihaknya telah memberikan raport merah terhadap Pemda Kota Sukabumi.

Di antaranya, kurang kondusifitas Kota Sukabumi, penataan PKL yang masih semrawut dan tidak ada relokasi, taman yang tidak berfungsi sesuai mestinya, Pasar Pelita yang masih mangkrak, tidak meratanya pelayanan kesehatan, hutan taman kota yang hilang, pembangunan taman yang dialihkan belum direalisasikan, adanya dugaan sunat menyunat pada dana bantuan sosial, melalui PPKD di bidang pendidikan, penata usaha dan kelola aset tetap belum optimal serta poin terakhir adalah pemberian uang penghargaan atau pembinaan pada dua SKPD kurang poting pajak.

“Jadi apa yang kami sampaikan itu sudah jelas perkaranya. Kami sebagai mahasiswa yang tergabung dalam wadah organisasi HMI tidak bisa tinggal diam, melihat kondisi lapangan seperti ini. Untuk itu, saya lakukan aksi unjuk rasa ke Balai Kota Sukabumi, dengan harapan pemerintah dapat mendengarkan aspirasi warganya. Tapi, faktanya seperti ini. Apalagi setelah seseorang pegawai Pemda Kota Sukabumi memposting status dan menggugah foto yang tidak mencerminkan sebagai pelayan masyarakat,” bebernya.

Ia menilai, ungkapan dari media sosial Facebook tersebut, dapat mencerminkan bahwa, Irgi Fahrezi bisa menjaga etika ASN. Sebab, sebagai pegawai di lingkungan pemerintah daerah Kota Sukabumi ini, harus sesuai dengan tingkah laku, pakaian dan sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Saya berpikir terlepas dari pimpinannya, yakni Walikota dan Wakilwali Kota Sukabumi yang kurang memberikan arahan kepada jajarnnya. Sehingga dapat timbul statmen serperti itu di medias sosial,” tandasnya.

Ketika disinggung perihal permohonan maaf yang disampaikan Irgi Fahrezi yang telah ditulis melalui akun facebook pribadinya, ia mejawab, bahwa pihaknya baik secara pribadi maupun keorganisasian telah memiliki rasa kemanusiaan dan sudah mamaafkan peristiwa tersebut.

“Secara kemanusiaan HMI Cabang Sukabumi memaafkan, hanya saja kita harus menghargai UUD ASN, yaitu ia harus menempuh jalur-jalur ASN dan ia harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Untuk itu, kami berharap kepada Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi agar dapat membentuk tim untuk mengawasi para pegawai negeri sipil yang tidak taat terhadap aturan ASN.

Seperti yang terjadi saat ini, para pimpinan daerahnya harus dapat berfungsi melalui tim tersebut untuk menelusurinya,” ucapnya.(Cr5/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.