SUKABUMI – Menghadapi Pemilu 2024 nanti, Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji berharap, Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga netralitas dalam menghadapi Pemilu Serentak 2024. Ia mengatakan bahwa ASN harus tetap netral dan tidak boleh terlibat dalam kegiatan kampanye atau politik praktis.
“Dalam menghadapi Pemilu Serentak, saya tekankan kepada bapak dan ibu sekalian, jaga netralitas kita sebagai ASN. Suara kita hanya diberikan saat ada di bilik suara,” tegas Pj Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji saat menghadiri Pembinaan Kepegawaian di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi, Senin (15/1).
Menurutnya, pembinaan pegawai ASN di lingkungan Disdikbud Kota Sukabumi sebagai sikap gerak cepat dinas dalam mengimplementasikan surat edaran tentang Disiplin Jam Kerja.
“Alhamdulillah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyikapi surat edaran dengan gerak cepat terkait disiplin pegawai negeri sipil dalam menaati jam kerja. Juga, hasil rapat pimpinan yang dilaksanakan kemarin ditindaklanjuti dengan kegiatan ini,” ujar Kusmana kepada Radar Sukabumi.
Pengalaman diri selama 30 tahun menjadi ASN disebutkan oleh Kusmana Hartadji, semoga bisa menjadi contoh bagi karir para ASN di Kota Sukabumi. Ia membagikan pengalaman dari mulai CPNS, diangkat menjadi ASN, hingga sekarang menjadi Asisten Daerah Pemprov Jawa Barat dan Penjabat Wali Kota Sukabumi.
Adapun kegiatan tersebut dihadiri oleh 66 orang ASN, 33 orang THL, 15 orang Honorer, dan para pensiunan ASN Disdikbud Kota Sukabumi.
“Mudah-mudahan pengalaman saya ini dapat dijadikan contoh untuk meningkatkan karir ASN di Kota Sukabumi. Karir ini diraih melalui langkah-langkah seperti disiplin dalam bekerja. Yang terpenting fokus kerjanya, rajin, dan ini akan membuat kebahagian tersendiri kalau betul-betul dilaksanakan. Tentu saja, tetap berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Kusmana meminta aparatur di lingkungan Disdikbud Kota Sukabumi meningkatkan disiplin kerja, inovasi serta netralitas dalam bekerja.
Kusmana mengatakan, kedisiplinan merupakan hal yang penting bagi aparatur sipil negara (ASN).
“Kedisiplinan merupakan bentuk rasa syukur pegawai terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Menjadi ASN dan pegawai menjadi dambaan banyak orang, oleh karena itu salah satu bentuk rasa syukur yaitu dengan menjadi pegawai yang disiplin,” ucapnya.
Bukan hanya disiplin, inovasi juga sangat penting dimiliki oleh setiap aparatur Disdikbud untuk meningkatkan prestasi dan produktivitas kinerja.
“Peningkatan inovasi harus berbanding lurus dengan prestasi dan produktivitas kinerja. Dengan semangat disiplin, inovasi yang terus dikembangkan dan adaptif terhadap perubahan, kualitas dan hasil pekerjaan juga akan meningkat,” tandasnya.(wdy)






