BAROS — Pemerintah Kelurahan/Kecamatan Baros, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Hal itu, dilakukan sebagai upaya menampung semua aspirasi masyarakat untuk merumuskan pembangunan pada 2026 mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat lima usulan program fisik dan lima program non fisik yang disepakati menjadi prioritas pembangunan. “Jumlah totalnya ada 10 program prioritas diantaranya, pengadaan sekolah SMA, trotoar dan drainase, gorong-gorong, perbaikan Jalan Perum Baros dan TPT (Tembok Penahan Tanah). Adapun, program non fisik yakni, pengadaan seragam Linmas, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat), Bimtek generasi remaja berencana, Bimtek UMKM digital dan Kuota Segiga,” ungkap Lurah Baros, Erwan Hermawan kepada Radar Sukabumi, Senin (16/12).
Erwan menjelaskan, Musrenbang merupakan salah satu mekanisme partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang dilakukan setiap tahun. “Dalam kegiatan ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka kepada pemerintah setempat,” jelasnya.
Dengan adanya Musrenbang, pembangunan yang dilakukan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. “Selain itu, dengan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan, diharapkan akan tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab yang lebih besar terhadap hasil pembangunan tersebut,” cetusnya.
Melalui hasil Musrenbang tersebut, Erwan kembali menegaskan, dalam Musrenbang ini mengahsilkan 10 program prioritas yang mencakup berbagai aspek pembangunan mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat. “Kami harap, pembanguna dapat berjalan lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh warga,” pungkasnya. (Bam)






