Hasil pengukuran IDSD juga dapat dijadikan rujukan bagi Pemkot Sukabumi dalam membuat kebijakan yang lebih tepat serta mendorong sinergi program antar sektor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
” Kegiatan Evaluasi IDSD yang kami lakukan beberapa waktu lalu sebagai upaya peningkatan di segala bidang terkait dengan daya saing daerah Kota Sukabumi. Kami hadirkan pula narasumber dari BP2D (Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jabar), Ibu Dewi Gartika,”ujarnya.
Sedangkan penilaian IDSA terdiri dari berbagai aspek diantaranya, aspek faktor penguat, sumber daya manusia, faktor pasar/market dan ekosistem inovasi.
Nenden juga menambahkan masuk Kota Sukabumi dalam sepuluh besar karena beberapa indikator yang telah di perbaiki seperti penilaian dari sisi perbankan seperti Bank BJB Sukabumi, keterkaitan pemberian kredit untuk umkm dengan nilai berapa persen dalam satu tahunnya.
“Termasuk beberapa jumlah perguruan tinggi yang ada di Kota Sukabumi yang telah melakukan komersial inovasi. Dan banyaknya inovasi dari beberapa SKPD juga salah satu yang mendongkrak naiknya nilai IDSA,”ungkapnya. (Bal/*).






