epala Inspektorat Kota Sukabumi Een Rukmini menambahkan, sosialisasi anti korupsi kepada kepsek dan komite tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mereka tentang batasan apa yang boleh dan tidak diperbolehkan.
“Selama ini kita mendengar korupsi, tetapi apa sih korupsi itu? padahal korupsi itu sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari bahkan korupsi itu macam-macamnya banyak seperti aa gratifikasi, ada suap perbuatan curang, pungli dan lain sebagainya. Nah, pemahaman itu yang akan kita berikan kepada rekan-rekan kepala sekolah dan ketua komite,” ucapnya.
Namun meski begitu, untuk saat ini kota Sukabumi khususnya dilingkungan sektor pendidikan kasus korupsi masih dinilai standar dibanding di daerah lainnya yang blow up.
“Ini menjadi salah satu upaya kita untuk Kota sukabumi khusunya di sektor pendidikan bersih dari korupsi,”terangnya.
Adapun kegiatan ini dihadiri para kepsek dan komite sekolah tingkat SD dan SMP. Rinciannya SD sebanyak 99 dan SMP 16 dan total 115 ditambah komite jadi 320 orang.
“Karena pesertanya cukup bayak jadi sosialisasi kita bagi kedalam dua sesi,” imbuhnya.
Sementara itu, sosialisasi ini mendapat sambutan hangat bagi para kepsek, seperti salah satunya Kepala SDN Pintu Kisi, Ai Kartini.
Dikatakan Ai, materi dalam sosialisasi tersebut sangat membantu pihak sekolah mendapat wawasan baru, sekaligus harus lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan agar terhindar dari indikasi korupsi.
“Ini tentunya sangat membantu kami para kepala sekolah khususnya untuk selalu berhati-hati karena korupsi itu ternyata bukan hany suap tetapi menerima hadiah atau gratifikasi juga bisa termasuk korupsi dan ini menjadi pengetahuan baru, mana saja yang boleh dan tidak boleh di lakukan oleh pihak sekolah maupun komite.
Kalau ada pemberian dari orang tua tanpa ada iming-iming atau mengharapkan imbalan, masih di bolehkan,”kata Ai.
Tentunya sosialisasi ini akan disosialisasikan kembali kepada warga sekolah, baik para guru, komite, paguyuban kelas hingga orang tua. Bahkan ketua komite sekolah kami ikut hadir pula, biar program sekolah bisa sinkron kedepannya. (wdy)






