CIKOLE – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi mencunter tentang kabar hoax mengenai aplikasi perpenasanan lewat Whatsapp mengenai bantuan PPKM.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Tantan Sontani mengatakan meminta masyarakat agar tetap waspada dan tidak terpacing oleh informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Seperti halnya pesan yang Whatsapp untuk bantuan PPKM tersebut.
“Iya itu sudah dipastikan Hoax, masyarakat jangan terpancing dan tetap waspada dalam menerima informasi,” ujanya.
Dikatakannya, Kabar hoax tersebut mencantumkan nilai bantuan sebesar Rp.300 ribu, disertai dengan tautan atau link yang disebut berisikan daftar penerima bantuan.
Kenyataannya tautan tersebut mengarah kepada sebuah tampilan website palsu yang mengatasnamakan Kementerian Sosial. “Ketika kita mengklik tautan tersebut, malah masuk ke website kementerian palsu,” ungkapnya.
Lanjut Tantan informasinya bahwa Kementerian Sosial memang akan menyalurkan bantuan sosial selama masa PPKM Darurat untuk 10 juta penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan 18,8 juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
“Namun dalam penyalurannya bantuan tersebut akan disalurkan melalui Kantor Pos dan Himbara atau himpunan bank negara. Bagi masyarakat yang hendak mengecek mengenai bantuan tersebut bisa mengunjungi website cekbansos.kemensos.go.id ,” jelasnya.
Ditambahkannya masyarakat jangan mudah tergiring oleh kabar-kabar hoax. Masyarakat harus menyaring dan mengkroscek kembali informasi yang benar. (bal)






