Ruangan perpustakaan di Dispusip Kota Sukabumi sangat nyaman. Koleksi bukunya pun cukup banyak dengan beragam jenis bacaan, mulai dari biografi orang terkenal, bahasa, ilmu sosial, karya umum, filasafat, agama, ilmu terapan dan pertanian serta peternakan.
Di dalam juga ada perpustakaan digital yang diakses melalui komputer. Setiap judul buku minimal dua eksemplar. “Pengunjungnya rata-rata 200 orang setiap hari. Kami buka mulai pukul 09.00 sampai pukul 20.00 WIB setiap hari Senin sampai Jumat.
Sabtu dan Minggu tetap buka bulai pukul 09.00 sampai pukul 15.00 WIB. Kami juga melakukan survei untuk mengetahui buku yang dinginkan atau yang banyak diminati,” kata dia.
Tak puas hanya sampai di disitu, Dispusip juga akan menambah ruangan dengan membangun lantai tiga. Di lantai tiga akan digunakan untuk ruangan membaca, ruang diskusi dan kafe untuk makanan dan minuman ringan. “Kalau haus ata makanan ringan, bisa ke cafe, tapi tidak boleh dibawa ke ruangan,” ujarnya.
Sementara Iyan menambahkan, untuk menggali menggali minat baca, juga dilakukan road show ke sekolah dengan Bunda Literasi.
Juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat dan membina perpustakaan sekolah dan kelurahan. Alhamdulillah, pada pra akreditasi oleh Dinas Perpustakaan Provinsi Jabar, nilainya sudah B. Mudah-mudahan pada pelaksanaan akreditasi pada akhir bulan ini nilainya menjadi A,” harapnya.
Selanjutnya kata Iyan, sekarang tidak lagi diberlakukan jam istirahat. Pengunjung tidak terganggu saat jam istirahat. Pegawai secara bergantian istirahat dan menjaga di ruangan.
“Kesepakatan dari semua pegawai, tidak ada jam istirahat. Sebab akan menggangu, misalnya saat pengunjung tengah asyik membaca tiba-tiba harus diberhentikan, apalagi perpustakaan digital di komputer,” kata dia.
Iyan juga mengapresiasi besarnya perhatian masyarakat terhadap perpustakaan. Bahkan, ada warga yang menyumbangkan buku untuk dijadikan koleksi.
“Beberapa waktu lalu ada ibu-ibu memberikan kamus Bahasa Cina, terbitan zaman Belanda warnanya sudah pudar tapi masih jelas bacaannya. Ini buku langka. Makanya kami akan kasi piagam pengharagaan kalau ada warga yang memberikan bantuan atau hibah buku,” pungkasnya. (Bal)






