CIKOLE– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025 disalah satu hotel Kota Sukabumi, Rabu (6/3).
Kegiatan yang mengusung tema ‘Menguatkan Pembangunan Kota yang Inklusif dan Berkelanjutan’ ini, langsung dihadiri Penjabat (PJ) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Zona Arizona, dan perwakilan unsur Forkopimda. Secara virtual, hadir pula Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Lendra Sofyan.
PJ Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji mengatakan, pembangunan daerah sesuai dengan Undang-undang (UU) nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ini untuk meningkatkan dan memeratakan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses dan kualitas pelayanan publik, dan daya saing daerah.
“Tujuan pembangunan daerah merupakan perwujudan dari pelaksanaan urusan pemerintahan yang telah diserahkan kepada daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional,” kata Kusmana kepada wartawan, Rabu (6/3).
Lanjut Kusmana, pembangunan daerah merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dan sekaligus bagian dari pelaksanaan pemerintahan daerah.
Dalam pelaksanaannya, daerah memanfaatkan kearifan lokal, potensi, inovasi, daya saing, dan kreativitas daerah. “Pelaksanaan tersebut untuk mencapai tujuan pembangunan di tingkat lokal yang pada akhirnya akan mendukung pencapaian tujuan nasional,” jelasnya.
Kusmana menjelaskan, terdapat beberapa tantangan pembangunan di Kota Sukabumi pada 2025-2045 diantaranya, perekonomian dan ketimpangan pembangunan berkelanjutan, kebijakan nasional provinsi dan wilayah sekitar bonus demografi, sosial budaya, digitalisasi dan teknologi informasi tata kelola pemerintahan.
“Adapun rencana pembangunannya, terdapat beberapa poin penting. Misalnya saja, perencanaan berkinerja menjadi roh dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, aspek sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan inklusif dan berkelanjutan memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, swasta dan semua lapisan masyarakat, pengendalian dan evaluasi dilakukan dengan benar.
“Bukan hanya itu, inovasi dan adaptasi perubahan zaman harus jadi perhatian utama dan pastikan dokumen perencanaan mampu mengakomodir dinamika perubahan,” bebernya.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan berharap, Musrenbang Kota Sukabumi tahun 2025-2045 dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas dan mampu menjawab berbagai tantangan dan peluang pembangunan di Kota Sukabumi.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini semua perencanaan pembangunan dapat tercapai sesuai harapan,” pungkasnya. (Bam)






