KOTA SUKABUMI

Nasi Ungu Karya SPPG Cisarua Jadi Primadona Baru

×

Nasi Ungu Karya SPPG Cisarua Jadi Primadona Baru

Sebarkan artikel ini
MBG
ANTUSIAS: Sejumlah pelajar SDN Sukasirna, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, saat menerima sajian MBG, Senin (20/10).

SUKABUMI — Siapa sangka, inovasi sederhana dari dapur pemenuhan gizi bisa mencuri perhatian publik. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cisarua 03, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, kini jadi perbincangan hangat setelah meluncurkan menu unik nasi ungu. Tak hanya menggoda selera, menu ini disebut mampu menjaga semangat makan dan menyeimbangkan asupan gizi ribuan anak penerima manfaat.

Kepala SPPG Cisarua 03, Muhammad Habibie Billah Al Faqih mengatakan, ide nasi ungu lahir dari keinginan agar anak-anak tidak bosan dengan menu yang monoton. “Prosesnya sederhana, sama seperti menanak nasi biasa. Tapi kami tambahkan sentuhan khas Sunda, yaitu gaya liwet, dan bahan alami dari ubi ungu. Jadilah nasi ungu yang kini jadi ikon dapur kami,” kata Habibie didampingi Ahli Gizi, Maria Mutiara Siburian kepada Radar Sukabumi, Senin (20/10).

Bank bjb Tandamata

Dapur SPPG Cisarua 03 memang dikenal tak pernah kehabisan ide. Setiap dua minggu sekali, mereka mengubah menu agar penerima manfaat selalu menanti hidangan berikutnya. Dari nasi ungu, pasta sehat, hingga ayam geprek favorit anak-anak semua dirancang bukan hanya lezat, tapi bernilai gizi tinggi. “Kami ingin mereka makan dengan senang, bukan karena terpaksa,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan ubi ungu bukan sekadar untuk mempercantik tampilan. Kandungan karbohidrat kompleks dan antioksidannya membantu menjaga daya tahan tubuh anak-anak. “Warna ungu menandakan ada pigmen alami antosianin yang baik untuk kesehatan. Ditambah ayam, sayuran, dan buah, gizinya benar-benar lengkap,” bebernya.

Saat ini, SPPG Cisarua 03 melayani sekitar 2.500 anak penerima manfaat, terdiri dari 1.000 anak kategori sekolah dan 1.500 anak kategori B3. Setiap hari, dapur bergulir sejak pagi demi memastikan menu siap disantap hangat. “Kami ingin anak-anak mulai hari mereka dengan energi penuh. Mereka berhak makan sehat dan bahagia,” tegasnya.

Menariknya, sejumlah siswa bahkan disebut menantikan giliran menu nasi ungu muncul kembali di daftar santapan mingguan. “Banyak yang minta nasi ungu atau ayam geprek. Bagi mereka, warna bukan cuma soal tampilan, tapi jadi simbol semangat,” imbuhnya.

Di tengah gempuran makanan instan dan gaya hidup serba cepat, langkah SPPG Cisarua 03 ini jadi angin segar. Inovasi kuliner bernutrisi seperti nasi ungu menunjukkan bahwa edukasi gizi bisa dikemas kreatif dan menyenangkan. “Makan sehat tak harus membosankan cukup tambahkan sedikit warna, dan cinta pada setiap butir nasinya,” tukasnya. (Bam)