Menariknya, banyak siswa menantikan giliran nasi ungu atau ayam geprek muncul kembali dalam daftar menu mingguan. “Bagi mereka, warna bukan sekadar tampilan, tapi simbol semangat,” imbuh Habibie.
Di tengah maraknya makanan instan dan gaya hidup cepat saji, langkah SPPG Cisarua 03 menjadi angin segar. Inovasi kuliner bernutrisi seperti nasi ungu membuktikan bahwa edukasi gizi bisa dikemas secara kreatif dan menyenangkan. “Makan sehat tak harus membosankan. Cukup tambahkan warna dan cinta di setiap butir nasinya,” pungkasnya.(bam/d)




