SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi meminta masyarakat untuk tetap waspada menjelang musim hujan. Sebab, penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) berpotensi meningkat di pada musim tersebut. Untuk itu, warga diminta kembali menggalakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Saat musim hujan, penyakit DBD berpotensi meningkat. Pada musim hujan populasi Aedes Aegypti nyamuk yang menularkan DBD akan meningkat karena telur yang berkembangbiak,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Wita Darmawanti, belum lama ini.
Intinya di musim hujan lebih waspada, karena nyamuk berkembang biak. Meskipun di musim apapun harus tetap waspada dengan gerakan bersih-bersih.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) agar terhindar dari penyebaran DBD. Caranya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan PHBS di tempatnya masing-masing,” terang Wita.
Di sisi lain ungkap Wita, jumlah kasus DBD pada 2023 di Kota Sukabumi mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi ini disampaikan beberapa waktu lalu kepada tim monitoring Kementerian Kesehatan yang berkunjung ke Dinkes Kota Sukabumi.
Kedatangan tim ini untuk meninjau penanganan yang telah dilakukan dan mengakui kinerja Dinkes yang berhasil menurunkan kasus DBD. Tim monitoring Kementerian Kesehatan menerangkan pula saat ini kemunculan kasus DBD tidak hanya harus diwaspadai pada musim hujan saja saat nyamuk berkembang biak.
Akan tetapi kata Wita, juga pada musim kemarau. Karena berdasarkan temuan tim monitoring di musim kemarau nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebar virus DBD memiliki kecenderungan lima kali lebih sering menggigit.
“Monitoring Kemenkes pada saat musim panas, nyamuk ini lima kali lebih sering menggigit daripada biasanya. Sehingga penularan bisa jadi lebih banyak,” pungkasnya. (*/why)






